Bukalah Mata dan Jangan Menyerah

Saprin Mantali

Bagimu yang sedang menerima tamu kehormatan dalam hidup, yaitu cobaan. Bukalah matamu dan jangan menyerah.
Cobaan? Bukalah Mata dan Jangan Menyerah

Pernahkah kita memerhatikan batu-batu besar berwarna hitam yang tertancap kokoh di dasar sungai? Batu-batu itu menyembul ke atas, sehingga sering dijadikan tempat berpijak, bahkan menjadi tempat favorit para ibu untuk mencuci pakaian. Meski aliran air sangat deras, batu-batu itu tetap berdiri kokoh tak tergoyahkan, seolah menunjukkan kehebatannya bertahan di tengah-tengah terpaan arus sungai. Sedangkan air sungai, akan mengalir dengan lembut mencari jalan dan celah dimana ia bisa terus mengalir.

Laksana dua pendekar yang sedang bertarung. Yang satu menggunakan jurus bertahan dengan cara berdiri tegak menghadang lawan, sedangkan pendekar lainnya secara lembut mencari jalan yang bisa membuatnya sampai pada tujuan.

Kita mestinya belajar menjadi seperti air yang mudah menyesuaikan diri, sabar, rendah hati, tidak kaku dan lembut. Bukan bersikap keras kepala, arogan, mau menang sendiri, bahkan membangkang.

Cobaan, ibarat bayangan yang selalu mengikuti kita. Jangan pernah berpikir untuk bersembunyi dari cobaan. Jalan yang mulus dan lurus, tidak akan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang tidak akan menghasilkan pelaut yang tangguh. Langit yang cerah tidak akan menghasilkan pilot yang andal.

Hidup tanpa cobaan tidak akan menghasilkan orang yang kuat. Jadi, bersyukurlah jika Tuhan “membiarkan” laut berguncang, jalan terjal, dan langit mendung terjadi dalam hidup kita. Semuanya itu untuk menjadikan kita kuat. Bersyukurlah, ketika kita setiap hari diperhadapkan dengan tantangan.

Banyak di antara kita yang kadang tidak siap menerima cobaan, kesulitan atau bahkan menolak. Ketika kita tidak siap, berarti kita melepaskan kesempatan untuk menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih arif, lebih sabar, lebih berempati. Ruang belajar itu tidak selalu ada.
Hidup adalah sebuah pilihan. Setiap pilihan, ada harga yang harus dibayar. Pilihan untuk menjadi kuat, akan selalu dikelilingi dengan berbagai cobaan. 

Bukalah matamu dan jangan menyerah, karena itu akan membawa kita untuk terbang lebih tinggi, untuk berada di ruang pembelajaran yang lebih mulia. Ruang belajar yang mengedepankan hati, bukan mengedepankan nalar dan logika.
  • Saran dari saya pribadi ;
"Kuatkanlah hati dan pikiranmu. Belajarlah dengan baik. Itulah yang menjadikanmu ditinggikan, untuk duduk-duduk damai dengan sahabat-sahabatmu di atas gunung kehidupan, dan menikmati keindahan dari keluasan benua dan lautan.

Yang kau lihat dengan mata ragamu, tidak lebih penting daripada yang kau lihat dengan mata mentalmu."
  • Sumber : http://www.saprinmantali.com/2017/04/bukalah-mata-dan-jangan-menyerah.html

Bagikan ke teman

Related Posts

Previous
Next Post »